Tampilkan postingan dengan label secuil celotehku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label secuil celotehku. Tampilkan semua postingan

05 Juni, 2009

Senyum malam

Waktu terus berjalan
apakah engkau habiskan untuk tidur?
,bekerja?
,makan?
,main?
,ibadah?

Apakah engkau lelah mendengarkan,
rintihan ketakutan orang kaya takut miskin?
,tawa kelu orang miskin yang putus asa?
,atau suara gemerutuk perut kelaparan?

Aku muak pada kemunafikan
yang disingkapkan sinar matahari.
Saat malam,inginku pecahkan semua lampu
hingga kepekatan malam menutup wajahnya
,dan aku hanya mendengar dengkur mereka.


Sekupang,

03 Juni, 2009

Om,tante,gadis dan pemuda

Aku sering melihat dimana om-om separuh baya menggandeng gadis-gadis belia direstoran untuk sekedar makan atau mengumbar kemesraan mereka.aku melihat senyum yang telah terbayar oleh makanan-makanan mahal yang dihidangkan.

,dan tante-tante yang alis matanya tegak bersama tegaknya badan pemuda yang berjalan disampingnya.Sekali-sekali tante itu membelai rambut penuh perhatian seorang ibu.Aku mendengar suara tawa kecil yang tergantikan dengan setelan-setelan baju yang dibelikan.

Oh,gadis-gadis dan pemuda-pemuda kotaku.Gunakanlah pikiran dan tenagamu dan janganlah engkau gadaikan tubuhmu dengan imbalan yang sedikit.

Oh,tante-tante dam om-om kotaku.Cukupkanlah keluarga sebagai sandaran kebahagiaan hatimu.



Panbil,batamindo

24 Maret, 2009

Pahlawan yang "terlupa"

    Datang seseorang yang memperkenalkan dirinya sebagai penyalur aspirasi rakyat.Berbicara dengan kata-kata pilihan,menggambarkan atas penderitaan rakyat.Hingga kami mengenalnya sebagai seorang pahlawan (pembela wong cilik) yang akan memperjuangkan kami.
    Namun,setelah dia duduk di pemerintahan.Tak ada yang bisa lebih didengar dari mulutnya.Dia seakan bingung atau hanya mulutnya terlalu sibuk mengunyah makanannya.

Wakil rakyatku "yang sibuk"

    Bagaimana wakil rakyat peduli atas derita rakyatnya,sedangkan mereka hanya melihat bencana dari layar kaca.Dia tidak berani mengetuk pintu-gubug penderitaan kami (rakyat).Merangkul jiwa-jiwa kami yang lelah melawan kerasnya kehidupan,diricuhi oleh hantu keputus asaan dan helaan nafas kematian.
    Hatinya telah membatu seiring dia terlalu sibuk oleh acara persidangan yang kata mereka demi memikirkan solusi untuk penderitaan rakyat tetapi itu hanya formalitas saja.Padahal mereka hanya sibuk mengumpulkan makanan dan mencukupi kebutuhan keluarganya saja.

Parpol "berjualan"

     Hampir tiba waktunya berjualan,banyak parpol-parpol merekrut barang dagangannya (orang-orang pilihan) di pasar rakyat.Ada yang diambil dari sekolah-sekolah mereka,kantor-kantor mereka,masjid-masjid mereka,gereja-gereja mereka,desa-desa mereka.
     Mereka (Parpol-parpol) membangun tempat layaknya cafe yang dilengkapi dengan panggung hiburan diisi oleh artis-artis ibukota,jurkam yang berbicara dengan memuji-muji mereka (dagangannya) dalam bahasa pilihan,sambil menyuguhi makanan dan minuman yang memabukkan hingga merenggut akal sehat kami (rakyat) untuk memilih demi urusan pribadi mereka.

30 Desember, 2008

"BEKAL" hidupku

Aku tidak mempersalahkan tentang seseorang yang memiliki harapan.karena,harapan itu yang mengajarkan kita tentang kehidupan.
Dia bisa saja kecewa oleh harapan yang timpang,tetapi tanpa harapan hanya menuju kejalan kematian.
Dan,aku selalu memiliki berjuta harapan dan impian.Itulah bekal aku mengarungi lautan takdir hidupku.

Keindahan

Keindahan bukanlah suatu puncak ataupun awal.
Dia tidak pernah menemui dasar ataupun akhir.
Dia selalu sama,tetap dan tidak akan pernah berubah.
Duduk tenang dan menunggu dalam keabadian.
Keindahan adalah bunga mawar yang tidak pernah layu.
Bau wewanginya tanpa ditemani hembusan angin.
Bila saja engkau melihat wujud dan mencium wanginya.
Tak'kan terpintas untuk memejamkan mata ataupun menghembuskan nafasmu.
Saat engkau temukan keindahan,
maka itulah surga keabadian.

si"MISKIN"

Begitu banyak keadaan yang menyedihkan dapat aku menyaksikannya.Dibawah sinar matahari yang menyingkapkan rasa kesesalan jiwa yang hidup pada dunia yang telah tertutupi akal dan melenyapkan harapan.Seseorang yang terlahirkan dari rahim kelemahan dan penderitaan.Seseorang yang hidup miskin dan rendah hati yang berjubahkan ejekan dan hinaan.
Hidup yang dengan matanya tidak pernah melihat kelimpahan kekayaan,keindahan intan dan batu-batuan mulia.Telinganya yang tidak pernah mendengar dentingan nyanyian kemuliaan dan sanjungan.Serta terhindar dari perasaan tenteram,dari kelaparan dan dinginnya angin malam.
Langkahnya yang tertatih yang menapaki jalan kesedihan dan penderitaan.Ditemani nafas terenggah menuju tempat peristirahatan terakhir,setelah dirinya terlalu lelah menjalani kehidupannya

Sang "PROVOKATOR" bertangan bersih

Disaat sang mawar berbangga pada tajam durinya.
Temanku menyibukkan diri dengan mempertajam pisau-pisau belatinya.
Disaat temanku melirik kepadaku yang duduk terdiam.
Dia mendekatiku sambil menepuk pundakku.

"Sahabatku,kenapa terdiam?"
"Pilihlah salah satu pisau-pisau punyaku"
"Pertahankanlah dirimu dari kerasnya dunia"

Sambil tersenyum aku ucapkan terima kasih.
Diamku,mengasah pikiranku.
Andaikan mulutku berbicara tentang pemberontakan,
dia mampu menjelmd menjadi mesin pembunuh.
Yang mampu menggerakkan jutaan manusia pemusnah.
Sedangkan aku sendiri cukup melihat dari persembunyianku.

14 November, 2008

mata"HATI"

Kegelapan bisa mengajarkan kita melihat,mendengar dan merasakan adanya suara hati nurani kita.Diantara kesadaran dan kepedulian magsud hati kita,"melihatlah dengan mataku,mendengarlah dengan telingaku,rasakanlah dengan kulitku.maka engkau berbuat tentang kebaikan".

"Karena aku mampu apa yang tak bisa dilihat oleh mata,apa yang tak terdengar oleh telinga dan yang tak terasa oleh kulit.Seandainya ketulusanku tak tertutupi oleh kejahatan pikiran dan jiwamu".

buta"MATA HATI"

Aku percaya pada kehidupan,dari setiap kesedihan yang selalu kurasakan banyak kebahagiaan yang tercipta diantara celah-celahnya.

Dan aku buta tak kuasa melihatnya bila mataku selalu sembab oleh air mata karena terlalu larut pada derita dan kesedihanku

"ikat"CINTA

Tidak ada kebahagiaan yang lebih menyenangkan hati kita,

kecuali bila kita terikat pada seseorang yang berarti dihidupnya dengan cinta sebagai ikatnya

12 November, 2008

harga "kesedihan"

Sebegitu menarik'kah kisah kesedihan hingga di ulang-ulang tak ada bosan telinga ini mandengar.

Mungkin perkataan orang mengiba,lebih dihargai di banding  orang yang bercerita tentang kesuksesan yang pernah dia raih.    

aku "Baik" dia "BUSUK"

      Aku selalu menghindar dengan orang yang suka menceritakan kekurangan orang lain dan sambil lalu memperkenalkan dirinya sendiri sebagai orang yang lebih baik darinya.

     Dia bercerita kepada kita sekarang,kemungkinan besar dia melakukan sesuatu yang sama.bercerita kepada yang lain tentang kekurangan kita,di lain waktu